Rabu, 23 November 2011

Riset Kualitatif

RISET KUALITATIF

1.        Definisi
Riset Kualitatif didefinisikan sebagai suatu proses yang mencoba untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kompleksitas yang ada dalam interaksi manusia (Catherine Marshal: 1995)

kata kunci dalam riset kualitatif, yaitu:
·         proses,
·         pemahaman,
·         kompleksitas,
·         interaksi, dan
·         manusia.

Proses dalam melakukan penelitian merupakan penekanan dalam riset kualitatif oleh karena itu dalam melaksanakan penelitian, peneliti lebih berfokus pada proses dari pada hasil akhir.

Pemahaman mengandung makna pemahaman dari dalam (verstehen) yang mempunyai arti bahwa peneliti dalam melakukan penelitian hendaknya memahami permasalahan dari dalam konteks masalah yang diteliti, oleh karena itu peneliti kualitatif tidak mengambil jarak dengan yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif peneliti berbaur menjadi satu dengan yang diteliti sehingga peneliti dapat memahami persoalan dari sudut pandang yang diteliti itu sendiri.

Kompleksitas memberikan gambaran pada kita bahwa sasaran yang diteliti bersifat kompleks, rumit dan saling terkait satu dengan yang lain sebagaimana karakteristik kehidupan sehari-hari. Masalah yang kompleks mempunyai ciri utama tidak berdiri sendiri dan terkait dengan masalah yang lain; oleh karena itu pemecahan masalahnya harus secara menyeluruh tidak dilakukan secara sepotong-sepotong.

Interaksi terjadi dikalangan mahkluk hidup, terutama manusia. Kata interaksi menyiratkan  adanya hubungan satu dengan yang lain sehingga dalam melakukan penelitian kualitatif, seorang peneliti sebaiknya selalu bertanya apakah masalah yang diteliti berkaitan dengan masalah lain atau kondisi lain dan tidak berdiri sendiri.

Sasaran penelitian kualitatif utama ialah manusia karena manusialah sumber masalah dan sekaligus penyelesai masalah. Sekalipun demikian, penelitian kualitatif tidak hanya membatasi penelitian terhadap manusia saja. Sasaran lain dapat berupa kejadian, sejarah, benda berupa foto, peninggalan-peninggalan peradaban kuno dan lain sebagainya. Intinya sasaran penelitian kualitatif ialah manusia dengan segala kebudayaan dan kegiatannya.

2.  Kapan Sebaiknya Kita Menggunakan Penelitian Kualitatif
Peneliti dapat menggunakan penelitian pendekatan kualitatif untuk jika yang bersangkutan ingin melakukan hal-hal sebagai berikut:
a)      Memahami makna yang melandasi tingkah laku partisipan
b)      Mendeskripsikan latar dan interaksi partisan
c)      Melakukan eskplorasi untuk mengidentifikasi informasi baru
d)      Memahami keadaan yang terbatas dan ingin mengetahui secara mendalam dan rinci
e)      Mendeskripsikan fenomena untuk menciptakan teori baru.
f)       Menfokuskan pada inetraksi manusia dan proses yang mereka gunakan.

3. Teori-teori yang Mendasari

  1. Fenomenologi
Fenomenologi merupakan ilmu yang mempelajari fenomena atau gejala yang dilandasi oleh teori Max Weber (1864 – 1920).  Teori ini menekankan pada metode penghayatan atau pemahaman interpretatif (verstehen). Jika seseorang menunjukkan perilaku tertentu dalam masyarakat, maka perilaku tersebut merupakan realisasi dari pandangan-pandangan atau pemikiran yang ada dalam kepala orang tersebut.  Kenyataan merupakan ekspresi dari dalam pikiran seseorang; oleh karena itu, realitas tersebut bersifat subyektif dan interpretatif.

  1.  Interaksi Simbolik
Teori interaksi simbolik merupakan suatu teori yang menerangkan perilaku manusia dengan menggunakan analisis makna. Dalam melakukan analisis makna tersebut, terdapat tiga buah premis yang menjadi dasar dalam menerangkan suatu perilaku yang dilakukan oleh seseorang.
Premis pertama mengatakan bahwa seseorang yang melakukan suatu perbuatan tertentu didasarkan pada makna yang ada didalam sesautu tersebut. Misalnya, seseorang yang naik pesawat terbang kelas eksekutif sebenarnya ingin mendapatkan makna dari apa yang ia lakukan, yaitu “prestise” atau “gengsi” yang ditimbulkan oleh kelas eksekutif tersebut. Premis kedua menerangkan bahwa makna sesuatu muncul jika hal tersebut berada dalam lingkungan interaksi manusia. Contoh seseorang yang pandai akan sadar jika orang lain dilingkungan pergaulannya mengatakan dia “pandai” dan “cerdas”. 
Premis ketiga mengatakan bahwa seseorang akan memegang makna tersebut untuk dijadikan referensi dan diinterpretasi jika orang tersebut berhadapan dengan orang lain. Contoh: orang pandai tersebut di atas akan merasa di atas angin atau lebih tinggi jika berhadapan dengan orang lain yang berada di bawah kepandaiannya.

4.        Desain Riset Kualitatif
Desain penelitian kualitatif bersifat fleksibel dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi lapangan tidak seperti desain riset penelitian kuantitatif yang bersifat tetap, baku dan tidak berubah-ubah. Oleh karena itu peranan peneliti sangat dominan dalam menentukan keberhasilan penelitian yang dilaksanakan; sedang peranan desain hanya membantu mengarahkan jalannya proses penelitian agar sesuai dengan pernyataan masalah dan berjalan dengan sistematis.

Pernyataan Masalah: Rumuskan masalah yang akan diteliti sesuai dengan ketentuan sebelum melakukan tahapan lain karena tahapan berikutnya dalam penelitian akan ditentukan oleh masalah yang sudah dirumuskan. Masalah jelas dan tidak bermakna ganda sehingga menimbulkan berbagai interpretasi.

Teknik Sampling: Pertimbangan pertama dalam menentukan sample ialah bahwa untuk penelitian kualitatif kita menggunakan apa yang disebut dengan teknik non probabilitas , yaitu teknik mengambil sample yang tidak didasarkan pada formulasi statistik. Teknik tersebut  meliputi a) kesesuaian (convenience); b) penilaian (judgment) dan c) bola salju (snowball). Pertimbangan kedua ialah penentuan kualitas responden.

Jenis Data: Primer dan sekunder dalam bentuk selain angka

Instrumen  Pengambilan Data: Wawancara (in depth interview)

Metode Pengambilan Data: Melakukan wawancara, observasi terlibat langsung, dan review dokumen

Teknik Analisis: Teknik analisis terdiri dari analisis domain, taksonomi, komponensial, tema kultural dan komparasi konstan.

5. Teknik Sampling

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat ilmiah dan juga sistematis. Dalam memilih sample penelitian kualitatif menggunakan teknik non probabilitas, yaitu suatu teknik pengambilan sample yang tidak didasarkan pada rumusan statistik tetapi lebih pada pertimbangan subyektif peneliti dengan didasarkan pada jangkauan dan kedalaman masalah yang ditelitinya.
Lebih lanjut pada penelitian kualitatif  tidak ditujukan untuk  menarik kesimpulan suatu populasi melainkan untuk mempelajari karakteristik yang diteliti, baik itu orang ataupun kelompok sehingga keberlakukan hasil penelitian tersebut hanya untuk orang atau kelompok yang sedang diteliti tersebut.
Konsekuensi dari dasar pemikiran tersebut ialah pemilihan  sample tidak bergantung pada kuantitas tetapi lebih pada kualitas orang  yang akan diteliti yang biasa kita sebut sebagai informan..Banyak sedikitnya orang yang akan digunakan untuk menjadi informan dalam penelitian kita tergantung pada cakupan masalah penelitian yang akan dilakukan.

a.      Cara Memilih Informan
Cara memilih sample sebagai informan dapat dibagi menjadi tiga bagian sbb:
Pertama, kita mencari informan untuk diwawancarai atau diobservasi.
Kedua, kita menentukan informan untuk diteliti atau dimintai keterangan sesuai dengan masalah yang diteliti dan
Ketiga, kita menghentikan mencari informan jika informasi yang diperoleh sudah cukup dan tidak diperlukan informasi baru lagi.

  1. Teknik Kesesuaian:
Memilih unit-unit analisa dengan cara yang dianggap sesuai oleh peneliti. Keuntungannya ialah dapat dilakukan dengan cepat dan murah. Kelemahannya ialah mengandung sejumlah kesalahan sistematik dan dapat memunculkan pengaruh-pengaruh yang tidak diketahui oleh peneliti.

  1. Teknik Penilaian:
Memilih sampel dari suatu populasi didasarkan pada informasi yang tersedia, sehingga keterwakilannya terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan. Keuntungannya ialah unit-unit yang terakhir dipilih dapat dipilih sehingga mereka mempunyai banyak kemiripan. Kerugiannya ialah memunculkan keanekaragaman dan bisa estimasi terhadap populasi dan sampel yang dipilihnya

  1.  Teknik Bola Salju:
Memilih unit-unit yang mempunyai karakterisitik langka dan unit-unit tambahan yang ditunjukkan oleh responden sebelumnya. Keuntungannya ialah hanya digunakan dalam situasi-situasi tertentu. Kelemahannya ialah keterwakilan dari karakteristik langka dapat tidak terlihat di sampel yang sudah dipilih dan peneliti kemungkinan akan kesulitan dalam mencari karaketristik langka tersebut.

6. Jenis Data

Data dalam penelitian kualitatif bersifat deskriptif bukan angka. Data dapat berupa gejala-gejala, kejadian dan peristiwa yang kemudian dianalisis dalam bentuk kategori-kategori. 

  1.  Tipe-Tipe Data
Jika dilihat dari jenisnya, maka kita dapat membedakan data kualitatif sebagai data primer dan data sekunder:
·         Data Primer: data ini berupa teks hasil wawancara dan diperoleh melalui wawancara dengan informan yang sedang dijadikan sample dalam penelitiannya. Data dapat direkam atau dicatat oleh peneliti.
·         Data Sekunder: data sekunder berupa data-data yang sudah tersedia dan dapat diperoleh oleh peneliti dengan cara membaca, melihat atau mendengarkan.  Termasuk dalam kategori data tersebut ialah:
·         Data bentuk teks: dokumen, pengumuman, surat-surat, spanduk
·         Data bentuk gambar: foto, animasi, billboard
·         Data bentuk suara: hasil rekaman kaset
·         Kombinasi teks, gambar dan suara: film, video, iklan di televisi dll.nya.

  1. INSTRUMEN PENGAMBILAN DATA  
Pada umumnya penelitian kualitatif menggunakan metode wawancara dalam mencari data, tujuan utama ialah untuk mendapatkan informasi dalam bentuk bukan angka sehingga banyak peneliti kualitatif memanfaatkan teknologi untuk sarana pengambilan data, seperti tape rekorder, komputer bahkan Internet.

a.       Jenis Instrumen Pengambilan Data
Secara umum alat pengambilan data dapat dibagi dua sbb:
·         Panduan Wawancara
·         Peneliti Sendiri: Jika tidak menggunakan panduan wawancara, misalnya dalam melakukan observasi terlibat langsung, riset partisipatori, ataupun review dokumen; maka peranan peneliti sendiri merupakan sarana atau alat untuk memperoleh informasi. Jika pencarian informasi dilakukan secara tertutup atau rahasia maka peranan peneliti sangat penting  untuk dapat memperoleh  informasi yang benar dan sesuai dengan apa yang sedang diteliti. Dengan berbekal ingatan, catatan, kamera atau video, seorang peneliti kualitatif akan berusaha memperoleh informasi sebanyak mungkin mengenai hal yang sedang dipelajarinya. Contoh sederhana ialah dalam dunia inteljen, seorang polisi atau agen rahasia yang berada ditengah-tengah masyarakat melakukan pencarian atau penyadapan informasi yang sedang dicarinya dengan tanpa disadari oleh masyarakat disekitarnya.

8. Metode Koleksi Data

Yang dimaksud dengan data kualitatif ialah data dalam bentuk bukan angka. Data dapat berupa teks, dokumen, gambar, foto, artefak atau obyek-obyek lainnya yang diketemukan di lapangan selama melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

·                     Partisipasi
ialah melalui keterlibatan langsung dengan obyek yang diteliti. Jika obyek tersebut merupakan masyarakat atau kelompok individu, maka peneliti harus berbaur dengan yang diteliti (immersion) sehingga peneliti dapat mendengar, melihat dan merasakan pengalaman-pengalaman yang dialami oleh obyek yang sedang diteliti. Karena teknik ini menghendaki pengenalan secara mendalam, maka waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan data atau informasi menjadi lama. Semakin lama peneliti berbaur dengan yang diteliti, maka peneliti akan dapat mempelajari pola dan perilaku hidup obyek yang diteliti. 

·                     Observasi
Kegiatan observasi meliputi melakukan pencatatan secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan. Pada tahap awal observasi dilakukan secara umum, peneliti mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin. Tahap selanjutnya peneliti harus melakukan observasi yang terfokus, yaitu mulai menyempitkan data atau informasi yang diperlukan sehingga peneliti dapat menemukan pola-pola perilaku dan hubungan yang terus menerus terjadi. Jika hal itu sudah diketemukan, maka peneliti dapat menemukan tema-tema yang akan diteliti. 
Salah satu peranan pokok dalam melakukan observasi ialah untuk menemukan interaksi yang kompleks dengan latar belakang sosial yang alami.

·                     Wawancara (In-depth Interview)
Teknik wawancara dalam penelitian pendekatan kualitatif dibagi menjadi tiga kategori, yaitu
1) wawancara dengan cara melakukan pembicaraan informal (informal conversational interview),
2) wawancara umum yang terarah (general interview guide approach), dan
3) wawancara terbuka yang standar (standardized open-ended interview).

Cara melakukan wawancara ialah mirip dengan kalau kita sedang melakukan pembicaraan dengan lawan bicara kita. Wawancara dimulai dengan mengemukakan topik yang umum untuk membantu peneliti memahami perspektif makna yang diwawancarai. Hal ini sesuai dengan asumsi dasar penelitian kualiatif, bahwa jawaban yang diberikan harus dapat membeberkan perespektif yang diteliti.

Keunggulan utama wawancara ialah memungkinkan peneliti mendapatkan jumlah data yang banyak; sebaliknya kelemahan ialah karena wawancara melibatkan aspek emosi, maka kerjasama yang baik antara pewawancara dan yang diwawancari sangat diperlukan. Dari sisi pewawancara, yang bersangkutan harus mampu membuat pertanyaan yang tidak menimbulkan jawaban yang panjang dan bertele-tele sehingga jawaban menjadi tidak terfokus. Sebaliknya dari sisi yang diwawancarai, yang bersangkutan dapat dengan enggan menjawab secara terbuka dan jujur apa yang ditanyakan oleh pewawancara atau bahkan dia tidak menyadari adanya pola hidup yang berulang yang dialaminya sehari-hari.

Yang diperlukan oleh pewawancara agar proses wawancaranya berhasil ialah kemauan mendengar dengan sabar, dapat melakukan interaksi dengan orang lain secara baik, dapat mengemas pertanyaan dengan baik, dan mampu mengelaborasi secara halus apa yang sedang ditanyakan jika dirasa yang diwawancari belum cukup memberikan informasi yang dia harapkan.

·                     Kajian Dokumen
Kajian dokumen merupakan sarana pembantu peneliti dalam mengumpulkan data atau informasi dengan cara membaca surat-surat, pengumuman, iktisar rapat, pernyataan tertulis kebijakan tertentu dan bahan-bahan tulisan lainnya. Metode pencarian data ini sangat bermanfaat karena dapat dilakukan dengan tanpa mengganggu obyek atau suasana penelitian. Peneliti dengan mempelajari dokumen-dokumen tersebut dapat mengenal budaya dan nilai-nilai yang dianut oleh obyek yang diteliti.

Penggunaan dokumen ini berkaitan dengan apa yang disebut analisa isi. Cara menganalisa isi dokumen ialah dengan memeriksa dokumen secara sistematik bentuk-bentuk komunikasi yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk dokumen secara obyektif.

·                     Interview khusus (Elite  Interviewing)
Yang dimaksud dengan interview khusus ialah melakukan wawancara dengan kelompok elite tertentu, misalnya dengan pimpinan perusahaan atau kantor tertentu. Tujuan utama ialah untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan penting suatu perusahaan. Kelompok elit ini sangat memahami seluk beluk perusahaan dari berbagai sisi, misalnya dari sisi kualitas sumber daya manusia, keuangan, dan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan tujuan perusahaan.

·                     Interview Kelompok Kecil (Focus Group Interviewing)
Interview model ini diilhami oleh para peneliti bidang pemasaran. Mereka melakukan melakukan interview atau diskusi dengan beberapa orang  yang biasanya terdiri dari 5 – 10 orang.

Pelaksaannya ialah kelompok tersebut dipandu oleh seorang yang ahli dalam bidang pemasaran dan mengarahkan diskusi dengan cara memberikan pertanyaan yang sudah dirancang sebelumnya. Pertanyaan diberikan kepada peserta dan kemudian para peserta diminta menjawab dan mendiskusikan dengan kelompoknya.

Tujuan dari diskusi model ini ialah untuk menyaring permasalahan yang umum menjadi lebih khusus yang pada akhirnya permasalahan khusus tersebut akan dijadikan sebagai masalah yang layak untuk diteliti.

Metode Pelengkap:
  • Narasi
Peneliti dalam mengumpulkan data melakukan eksplorasi cerita orang yang sedang diteliti. Untuk melaksanakan metode ini, peneliti perlu membina hubungan kerja sama yang baik dengan yang diteliti.
Keunggulan metode ini ialah peneliti dapat mengungkap informasi sebanyak mungkin dari sumber yang diteliti. Kelemahan metode ini ialah memerlukan waktu yang lama untuk mendengarkan  cerita dari obyek yang diteliti dan jawaban-jawaban yang diberikan tidak sistematis, karena orang tersebut mungkin akan bercerita sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya.

  • Sejarah Hidup
Sejarah hidup seseorang atau lembaga merupakan data yang akurat jika kita sedang melakukan penelitian yang berkaitan dengan fakta sejarah suatu kejadian dimana orang yang sejarah hidupnya kita pelajari terlibat baik secara langsung atau tidak langsung dengan kejadian yang sedang kita teliti.
Data dalam sejarah  hidup merupakan data sekunder yang mudah didapatkan dimana peneliti tinggal membaca dan mempelajarinya.
                       
  • Analisa Sejarah
Jika sejarah hidup dijadikan sebagai sarana untuk pengumpulan data sekunder mengenai hidup seseorang, maka analisa sejarah merupakan data sekunder yang cakupannya lebih luas dibanding dengan sejarah hidup dimana analisis sejarah berkaitan dengan suatu kejadian yang bersifat umum, misalnya sejarah berdirinya Republik Indonesia, sejarah penemuam komputer, sejarah penemuan Internet dan lain-lainnya.

  • Film, Video, dan Foto
Film, video dan foto merupakan sumber data sekunder yang berguna bagi peneliti karena data-data tersebut dapat berupa gambar dan suara yang akan melengkapi data yang besifat tekstual. Dalam penelitian kualitatif data yang berupa suara dan gambar berguna untuk pembuktian-pembuktian dalam ilmu hokum, kepolisian dan inteljen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar