Selasa, 03 Januari 2012

PENYIAPAN Dan ANALISIS DATA

PENYIAPAN Dan ANALISIS DATA

Analisis Data di bagi kedalam empat golongan , yaitu Analisis Deskriptif, Analisis Univariate Dan Analisis Multivariate. Sebelum dianalisis, data perlu disiapkan terlebih dahulu, data yang dianalisis adalah ata yang benar. Selain itu perlu disiapkan dalam format yang sesuai dengan alat analisis.

1.
Pengeditan Data (Editing)

Adalah proses pengecekan untuk memastikan bahwa data yang akan diolah tidak asal isi (asal jawab), konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan


Adalah kegiatan awal yang dilakukan setelah data terkumpul. Langkah ini biasa disebut “melakukan editing data’


Tujuan Editing
Untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalam sample, sehingga hasilnya dapat diyakini bahwa :
  1. Data benar-benarakurat
  2. Konsisten dengan informasi yang lain
  3. Lengkap
  4. Siap untuk dilakukan koding Dan tabulasi


Editing Lapangan (Field Editing)
Adalah kegiatan dimana supervisor mengadakan pengecekan ulang terhadap beberapa pertanyaan yang penting kepada 10% responden, secepatnya setelah data terkumpul seluruhnya.


Editing Menyeluruh
(Control Editing)
Proses editing yang dilakukan secara menyeluruh terhadap jawaban responden, sehingga dapat diperoleh konsistensi jawaban. Apabila waktu dan anggaran masih tersedia, disarankan untuk menghubungi responden kembali atau jawaban digolongkan kepada ’tidak ada jawaban’

2.
Pengodean (Coding)
Adalah proses memberikan simbol pada pertanyaan maupun jawaban.


Tujuan
Untuk memudahkan  memasukkan data ke dalam lembar tabulasi (atau bisa menggunakan Column Card Punch Layout)


Persyaratan dalam Koding
  1. Kesesuaian
  2. Klasifikasi
  3. Jawaban Tidak Mendua


a. Kesesuaian
Variabel yang dipakai harus sesuai serta mengacu kepada masalah dan tujuan studi


b. Klasifikasi
Apabila terdapat jawaban yang jumlahnya banyak sekali (biasanya terdapat di dalam model pertanyaan terbuka / open-ended question), peneliti harus membuat klasifikasi atau pengelompokan jawaban.


c. Jawaban tidak Mendua
Untuk masing-masing variabel, jawaban harus spesifik Dan tidak mendua. Untuk itu perlu diperjelas atau diberikan definisi yang jelas tentang jawaban yang sudah disediakan.


Buku Coding
Adalah buku yang memuat semua variable yang ada di dalam kuesioner, berikut klasifikasi Dan spesifikasinya
Merupakan acuan  untuk melakasanakan kegiatan memasukkan data ke dalam computer atau proses melakukan tabulasi.


Istilah dlm buku coding
a.     Definisi file / File Definition, yaitu informasi dasar mengenai file data
b.     Definisi Variabel / Variable Definition, yaitu informasi spesifik mengenai lokasi  (kolom), struktur dan arti data dalam file
c.     Nilai Label / Value Label, yaitu nilai yang dipakai untuk mengukur setiap indikator
3.
Metode Pemasukan Data
Manual
Instrumen
Analisis

  1. Editing
  2. Koding
  3. Kartu
  4. Tabulasi
  1. Kalkulator
  2. Analisis Statistik

Keypunch
Instrumen
Analisis

  1. Editing
  2. Koding
  3. Keypunch
  4. Pembaca kartu (card reader)
  1. Komputer
  2. Analisis Statistik

Keyboard
Instrumen
Analisis

  1. Editing
  2. Koding
  3. Keyboard entry
  1. Komputer
  2. Analisis Statistik

Keyboard dengan menggunakan instrumen precoded
Instrumen Precoded


(editing)
Keyboard entry
Analisis
  1. Komputer
  2. Analisis Statistik


Optical scan di load dengan melalui pc, telepon, barcode, voice recog.
Instrument
Precoded
Data entry
Analisis
  1. computer
  2. Analisis statistic

(editing)




4
Format Pemasukan Data, istilah-istilah yang dipergunakan adalah :
  1. Data FieldMerupakan elemen tunggal dari informasi. Data field dapat bersifat numerik, alfabet, maupun informasi berupa simbol
  1. RecordAdalah sekumpulan data field yang saling berkaitan. Record tercantum dalam baris (row) dari sebuah file data atau lembar kerja program spreadsheet
  1. Data FilesAdalah sekumpulan record yang dikelompokkan bersama-sama untuk  disimpan dalam disket, tapes, CD-ROM atau  Optical Disks
  1. Data BasesAdalah sekumpulan data file yang saling berinterelasi
5.
Analsisi Deskriptif / Analisis Pendahuluan
Adalah transformasi data mentah ke dalam bentuk yang mudah dipahami atau diinterpretasi.
Bertujuan untuk  mengetahui karakteristik setiap variable dalam sample Dan untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca Dan diinterpretasi


Alat-alat analisis yang dipergunakan (menurut Gulo)
    1. Tabel Frekuensi
    2. Diagram Statistik
    3. Perhitungan ukuran tendensi pusat dan ukuran dispersi
    4. Estimasi parameter

Tabel : Tipe pengukuran dan tipe analisis deskriptif yang sesuai

ANALISIS
JENIS DATA
Nominal
Ordinal
Interval
Rasio
Distribusi Frekuensi
Kategorik
Kategorik
Numerik
Numerik
Diagram Statitik
·    Pie Chart
·    Diagram batang
Histogram
Poligon
Poligon
Ukuran Tendensi Pusat
Modus
Modus
Median
Rata-rata
·        Rata-rata
·        Indeks
·        Rata-rata geometris
·        Rata-rata harmoni
Dispersi
IVK
IVK
·       Varian
·       Standar deviasi
·       Varian
·       Standar deviasi
·       Koefisien standar deviasi
Estimasi
Proporsi
Proporsi
Mean (µ)
Mean (µ)


6.
Tabulasi
Cara membuat pengelompokan :
  1. tentukan dulu jumlah kelompok (b) yang diinginkan
  2. lihat angka tertinggi (m) dan angka terendah (n)
  3. cari rentang skala (RS) , rumus :   Rs = m -n
                                                                             -------
                                                                                 b
dengan pengelompokan seperti itu, maka definisi frekuensi otomatis menjadi kategorik.

7.
Proporsi
Berisikan pertanyaan ”Berapa bagian dari total ?’
8.
Ukuran Tendensi Pusat
Dengan analisis ini, kita berusaha mencari suatu angka yang mewakili populasi.
Contoh pertanyaan : ’ Berapa angka harapan hidup masyarakat Indonesia ?”
Ukuran Tendensi Pusat dapat dinyatakan  dalam rata-rata, modus, median dan indeks.

9.
Rata-rata (Mean)
Tidak setiap data yang dilambangkan dengan angka dapat dicari rata-ratanya.
Rata-rata hanya bisa dilakukan untuk data interval dan data rasio.
Rata-rata dapat dihitung dengan rumus :
Dimana :  = nilai observasi variabel X
                 n  = jumlah observasi

10.
Modus
Modus adalah nilai yang paling sering muncul. Modus mewakili puncak distribusi. Ukuran ini paling baik dipakai pada data yang sifatnya kategorikal atau yang sudah diubah ke dalam kategori. Untuk data yang bersifat nominal dan ordinal penentuan lokasi paling baik menggunakan modus.

11.
Median
Kalau  suatu data di bariskan mulai dari yang terendah sampai tertinggi, maka bilangan yang lokasinya paling tengah tanpa memedulikan nilainya. Kalau jumlah data genap, akan ditemukan kejadian mediannya adalah rata-rata keduanya. Kalau data banyak, barisan bilangannya sulit dibuat, maka carilah bilangan yang ke 50% dari total sampel.
Median merupakan indikator paling baik untuk data yang bersifat ordinal.

12.
Ukuran Keragaman (Dispersi)
Ukuran dispersi menunjukkan keragaman data. Keragaman  data dapat diukur dengan indeks variabel kumulatif atau IVK (untuk data nominal dan ordinal) dan rentang (range), simpangan rata-rata dan standar deviasi (untuk data interval dan rasio)

13.
IVK
Ukuran ini menyatakan pemerataan frekuensi pada kategori-kategori yang diukur.
Rumus ukuran pemerataan :  

Dimana = jumlah frekuensi kategori tertentu
               = jumlah frekuensi kategori lain
               p  = jumlah pasangan  dan
               n  = jumlah seluruh frekuensi
                    k = banyaknya kategori
IVK berkisar antara 0% (frekuensi distribusi terpusat pada satu kategori) sampai 100% (frekuensi distribusi merata di antara kategori-kategori yang ada)

14.
Interval (Range)
Untuk data interval atau rasio, range merupakan ukuran dispersi paling sederhana. Ukuran ini mempertimbangkan nilai eksterm yang terdapat dalam data.

15.
Skor Deviasi
Merupakan ukuran dispersi yang mengukur jarak setiap nilai observasi dengan rata-rata.
Rumus :
                                     skor deviasi
                                      = skor observasi ke 1
                                       = skor rata-rata

16.
Deviasi Rata-rata
Kalau ingin menjawab pertanyaan ”Berapa penyimpangan secara umum ?” peneliti dapat memakai deviasi rata-rata dengan rumus :   
Dimana :     DR = deviasi rata-rata
                     n  = jumlah pengamatan

Karena rumus ini jarang dipakai, ini perlu direvisi dengan memakai deviasi absolut dengan rumus :     
dimana DRA = deviasi rata-rata absolut

17.
Varian
Varian juga bermaksud menghilangkan efek saling menghilangkan antara deviasi negarif dengan deviasi positif. Caranya dengan mengkuadratkan skor deviasi. Varian dilambangkan dengan , memiliki rumus :   
Rumus ini dipakai  kalau data yang tersedia adalah data populasi. Kalau data yang diambil dari sample, maka pembagi adalah n-1, sehingga rumusnya berubah :

18.
Standar Deviasi
Agar dispersi  lebih mudah diinterpretasi, maka variab perlu diakarkan. Melalui pengakaran varian, diperoleh standar deviasi (dilambangkan dengan S). Kalau perhitungan dilakukan terhdadap data populasi, maka pembagi adalah n. Perhitungan pada data sampel menggunakan pembagi n-1, yaitu :

19.
Koefesien Variasi (CV)
Adalah rasio standar deviasi terhadap persentase yang ditampilkan dalam bentuk persentase. Rumus : 
Koefesien ini bermanfaat untuk data rasio. Kalau data dikalikan dengan angka tertentu, maka koefisien tidak berubah.

20.
Tabulasi Silang (Cross Tabulation)
Adalah teknik  untuk membandingkan atau melihat hubungan antara dua variabel atau lebih.
Merupakan alat statistik yang dapat dipakai untuk melihat distribusi frekuensi dari kombinasi dua atau lebih variabel. Alat ini dapat dipakai untuk menjawab pertanyaan berikut :
a.        Adakah hubungan antara jenis kelamin dengan loyalitas terhadap Pepsoden ?
b.        Apakah tingkat konsumsi Vegeta berbeda antara laki-laki dan perempuan ?
c.        Apakah tingkat konsumsi kopi berhubungan dengan berat badan ?
d.        Adakah hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pemakaian sampo ?
Tabulasi Silang dimulai dengan mengkategorisasi setiap variabe; yang dilibatkan. Ada variabel yang sejak awal sudah bersifat kategorial, seperti jenis kelamin, Adapula yang kategorisasinya belum ada atau belum diterima secara luas, seperti loyalitas, kepuasan, sikap dll.  Untuk variabel semacam ini, kita dapat melakukan kategorisasi dengan dua pendekatan.


Pertama, memakai konsep yang sudah ada. Misal kategorisasi Loyalitas menurut David A. Aaker, loyalitas dapat dikategorikan mulai dari terendah samapi tertinggi : switcher, habitual buyer, satisfied buyer, liking brand, dan committed buyer

Kedua, melakukan tranformasi data dengan menggunakan rentang skala.


Variabel Independent dan Variabel Dependen
Agar mudah dibaca, variabel terikat (variabel dependen) biasanya disusun pada garis kolom, sedangkan variabel bebas (variabel independen) disusun pada garis baris.  


Banyaknya Variabel
Semakin banyak  yang digunakan, semakin terperinci informasi yang diperoleh. Namun selain membutuhkan ruang yang lebih besar, semakin banyak variabel, interpretasi juga semkin rumit. Selain itu, data  juga semakin tersebar. Hal ini memperbesar kemungkinan adanya sel berfrekuensi di bawah  lima

21.
Tabel silang dengan Variabel Control
Prinsip-prinsip dalam menggunakan variabel kontrol untuk analisis tabulasi silang adalah :
a. Jumlah
Jumlah kelompok bagi setiap variabel  tidak boleh terlalu banyak , agar responden  yang masuk setiap kotak cukup besar jumlahnya.
b. Variabel kontrol dipisahkan
Sebaiknya kelompok variabel kontrol dipisahkan terlebih dahulu dalam tabel agar mudah dilihat hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen.

Misal :
Tabel 1 : Tingkat kehadiran berdasarkan keanggotaan
TINGKAT KETIDAK-HADIRAN
ANGGOTA CLUB
YA
TIDAK
Tinggi
Rendah
40 %
60 %
20 %
80 %
Total
100 %
100 %
n
(60)
(300)

Tabel 2 : Tingkat kehadiran berdasarkan keanggotaan dan variabel kontrol
Tingkat Kehadiran
MUDA
TUA
Anggota Klub
Bukan Anggota
Anggota Klub
Bukan Anggota
Tinggi
Rendah
48 %
52 %
46 %
54 %
14 %
86 %
15 %
85 %
Total
100 %
100 %
100 %
100 %
n
(46)
(50)
(14)
(250)


22.
Extraneous Variabel
Adalah variabel lain yang dipergunakan selain variabel kontrol
Tabel 3 : Keahlian dan Tingkat Ketidakhadiran
Tingkat Ketidakhadiran
Tidak Ah;i
Ahli

Muda
Tua
Muda
Tua
Tinggi
47 %
16 %
46 %
14 %
Rendah
53 %
84 %
54 %
86 %
Total
100 %
100 %
100 %
100 %
n
(59)
(104)
(37)
(160)


23.
Variabel Penahan (Suppressor Variables)
24.
Variabel Pemutar (Distorter Variables)
25.
Variabel Bersyarat



26.
Analisis Tabulasi Silang
  1. Analisis Kualitatif, adalah interpretasi data berdasarkan pertimbangan-pertimbangan keahlian (judgment) dalam bentuk narasi.Dalam analisis kualitatif kita perlu memperhatikan apakah distribusi frekuensi cenderung merata pada semua sel, ataukah cenderung tinggi pada sel-sel tertentu dan rendah pada sel-sel yang lain, dengan suatu pola yang teratur ?
  1. Analisis StatistikAnalisis kualitatif memliliki keterbatasan, masaih untung kalau distribusi data memiliki pola jelas, kalau tidak maka analisis kualitatif bisa bias. Untuk membuktikannya, berikan data kepada beberapa orang peneliti, lalu masing-masing diminta memberikan interpretasi. Kalau data tidak memiliki pola jelas, besar kemungkinan kesimpulan setiap peneliti berbeda-beda. Dengan sendirinya analisis menjadi tidak valid. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan metode statistik, yaitu : kai kuadrat(chi-square),  koefisien Fi (pi-coefficient), koefisien kontigensi (contigency coefficient), Cramer’s V, dan koefisien Lambda (Lambda Coefficient).




1 komentar: